Apa itu anemia?
Anemia atau
lebih kita kenal dengan kurang darah adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel
darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik.
Akibatnya, organ tubuh tidak mendapat cukup oksigen, sehingga membuat penderita
anemia pucat dan mudah lelah.
Mengapa
remaja perempuan berisiko menderita anemia?
Masa remaja
merupakan masa di mana pertumbuhan terjadi dengan cepat, sehingga kebutuhan
gizi pada masa ini pun ikut meningkat. Salah satu zat gizi yang kebutuhannya
meningkat adalah zat besi. Zat besi dibutuhkan pada semua sel tubuh dan
merupakan dasar dalam proses fisiologis, seperti pembentukan hemoglobin (sel
darah merah) dan fungsi enzim.
Perempuan
membutuhkan zat besi lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.
Mengapa?
Pada perempuan, asupan zat besi tidak hanya digunakan untuk mendukung
pertumbuhan, tetapi juga digunakan untuk mengganti zat besinya yang hilang
melalui darah yang keluar setiap dirinya mengalami menstruasi setiap bulan.
Karena kebutuhan zat besi perempuan yang sangat tinggi inilah, perempuan
berisiko mengalami kekurangan zat besi, yang nantinya dapat berkembang menjadi
anemia.
Beberapa
faktor risiko yang dapat menyebabkan anemia pada remaja adalah:
- Pertumbuhan yang cepat
- Ketidakcukupan asupan makanan kaya zat besi atau makanan sumber vitamin C
- Melakukan diet vegan
- Melakukan diet yang membatasi asupan kalori
- Sering melewatkan waktu makan
- Suka melakukan olahraga yang berat
- Kehilangan banyak darah saat menstruasi
Gejala Anemia
Gejala
anemia sangat bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Penderita anemia bisa
mengalami gejala berupa:
- Lemas dan cepat lelah
- Sakit kepala dan pusing
- Kulit terlihat pucat atau kekuningan
- Detak jantung tidak teratur
- Napas pendek
- nyeri dada
- Dingin di tangan dan kaki
Apa dampak anemia pada remaja
perempuan?
Dampak dari
anemia mungkin tidak dapat langsung terlihat, tetapi dapat berlangsung lama dan
mempengaruhi kehidupan remaja selanjutnya. Anemia pada remaja perempuan
dapat berdampak panjang untuk dirinya dan juga untuk anak yang ia lahirkan
kelak. Pastikan kebutuhan zat besi remaja terpenuhi pada saat ini untuk
mencapai pertumbuhan yang optimal.
Dampak dari
anemia adalah:
- Terganggunya pertumbuhan dan perkembangan
- Kelelahan
- Meningkatkan kerentanan terhadap infeksi karena sistem kekebalan tubuh yang menurun
- Menurunkan fungsi dan daya tahan tubuh
- Lebih rentan terhadap keracunan
- Terganggunya fungsi kognitif
Kekurangan
zat besi atau anemia yang berlanjut sampai dewasa dan hingga perempuan tersebut
hamil, dapat menimbulkan risiko terhadap bayinya. Remaja perempuan yang sudah
hamil dan menderita anemia dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan melahirkan bayi dengan berat
badan rendah.
Oleh karena
itu, remaja perempuan disarankan untuk mengonsumsi suplemen zat besi sebelum
hamil. Suplemen zat besi ini membantu memenuhi kebutuhan zat besi yang makin
tinggi saat kehamilan.
Bagaimana cara mencegah anemia?
Anemia dapat
disebabkan oleh kebutuhan zat besi yang tidak terpenuhi. Oleh karena itu, untuk
mencegah anemia, Anda disarankan untuk memenuhi kebutuhan zat besi Anda dengan
cara makan makanan dengan gizi seimbang setiap hari.
Anda bisa
memulainya dari sarapan yang mengandung makanan sumber zat besi, seperti sereal
yang difortifikasi besi, roti, atau sayuran berdaun hijau. Penting bagi Anda
untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayuran sebanyak 5 porsi per hari untuk
memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral Anda. Lengkapi menu Anda dengan makanan
sumber protein, seperti daging merah, telur, kacang, yang juga kaya akan zat
besi.
Anda juga
disarankan untuk memakan makanan kaya vitamin C bersamaan dengan makanan sumber
zat besi agar tubuh dapat menyerap zat besi secara optimal.
Kalian juga bisa liat vidio aku di sini https://youtu.be/L4r-2imkICM











0 komentar:
Posting Komentar