Rabu, 18 Maret 2020

Kenapa ya remaja putri rentan terkenan Anemia


Apa itu anemia?


Anemia atau lebih kita kenal dengan kurang darah adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, organ tubuh tidak mendapat cukup oksigen, sehingga membuat penderita anemia pucat dan mudah lelah.

Mengapa remaja perempuan berisiko menderita anemia?
Masa remaja merupakan masa di mana pertumbuhan terjadi dengan cepat, sehingga kebutuhan gizi pada masa ini pun ikut meningkat. Salah satu zat gizi yang kebutuhannya meningkat adalah zat besi. Zat besi dibutuhkan pada semua sel tubuh dan merupakan dasar dalam proses fisiologis, seperti pembentukan hemoglobin (sel darah merah) dan fungsi enzim.

Perempuan membutuhkan zat besi lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. 
Mengapa? Pada perempuan, asupan zat besi tidak hanya digunakan untuk mendukung pertumbuhan, tetapi juga digunakan untuk mengganti zat besinya yang hilang melalui darah yang keluar setiap dirinya mengalami menstruasi setiap bulan. Karena kebutuhan zat besi perempuan yang sangat tinggi inilah, perempuan berisiko mengalami kekurangan zat besi, yang nantinya dapat berkembang menjadi anemia.

Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan anemia pada remaja adalah:
  • Pertumbuhan yang cepat
  • Ketidakcukupan asupan makanan kaya zat besi atau makanan sumber vitamin C
  • Melakukan diet vegan
  • Melakukan diet yang membatasi asupan kalori
  • Sering melewatkan waktu makan
  • Suka melakukan olahraga yang berat
  • Kehilangan banyak darah saat menstruasi
Gejala Anemia

Gejala anemia sangat bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Penderita anemia bisa mengalami gejala berupa:
  • Lemas dan cepat lelah
  • Sakit kepala dan pusing
  • Kulit terlihat pucat atau kekuningan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Napas pendek
  • nyeri dada
  • Dingin di tangan dan kaki
Apa dampak anemia pada remaja perempuan?

Dampak dari anemia mungkin tidak dapat langsung terlihat, tetapi dapat berlangsung lama dan mempengaruhi kehidupan remaja selanjutnya.  Anemia pada remaja perempuan dapat berdampak panjang untuk dirinya dan juga untuk anak yang ia lahirkan kelak. Pastikan kebutuhan zat besi remaja terpenuhi pada saat ini untuk mencapai pertumbuhan yang optimal.
Dampak dari anemia adalah:
  • Terganggunya pertumbuhan dan perkembangan
  • Kelelahan
  • Meningkatkan kerentanan terhadap infeksi karena sistem kekebalan tubuh yang menurun
  • Menurunkan fungsi dan daya tahan tubuh
  • Lebih rentan terhadap keracunan
  • Terganggunya fungsi kognitif
Kekurangan zat besi atau anemia yang berlanjut sampai dewasa dan hingga perempuan tersebut hamil, dapat menimbulkan risiko terhadap bayinya. Remaja perempuan yang sudah hamil dan menderita anemia dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan melahirkan bayi dengan berat badan rendah.
Oleh karena itu, remaja perempuan disarankan untuk mengonsumsi suplemen zat besi sebelum hamil. Suplemen zat besi ini membantu memenuhi kebutuhan zat besi yang makin tinggi saat kehamilan.
Bagaimana cara mencegah anemia?
Anemia dapat disebabkan oleh kebutuhan zat besi yang tidak terpenuhi. Oleh karena itu, untuk mencegah anemia, Anda disarankan untuk memenuhi kebutuhan zat besi Anda dengan cara makan makanan dengan gizi seimbang setiap hari.
Anda bisa memulainya dari sarapan yang mengandung makanan sumber zat besi, seperti sereal yang difortifikasi besi, roti, atau sayuran berdaun hijau. Penting bagi Anda untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayuran sebanyak 5 porsi per hari untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral Anda. Lengkapi menu Anda dengan makanan sumber protein, seperti daging merah, telur, kacang, yang juga kaya akan zat besi.


Anda juga disarankan untuk memakan makanan kaya vitamin C bersamaan dengan makanan sumber zat besi agar tubuh dapat menyerap zat besi secara optimal.
Kalian juga bisa liat vidio aku di sini https://youtu.be/L4r-2imkICM
 


0 komentar: