Kamis, 05 Maret 2020

Demam Berdarah 

Apa sih demam berdarah itu? 

Demam berdarah adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang 
ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis, dan 
menjangkit luas di banyak negara di Asia Tenggara. Terdapat empat jenis virus 
dengue, masing-masing dapat menyebabkan demam berdarah, baik ringan maupun 
fatal.

Penyebab Demam Berdarah 

Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua nyamuk dapat menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang. Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk tersebut mengigit orang lain, maka virus akan tersebar. Hal tersebut terjadi karena nyamuk berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut

Gejala Demam Berdarah

Gejala DBD biasanya mulai terlihat 7-21 hari setelah seseorang terinfeksi virus dengue. Pada awalnya, gejala yang umum terjadi adalah demam tinggi yang mampu menembus suhu 40 derajat Celsius. Beberapa gejala DBD lainnya, yaitu:
  •  Tubuh menggigil 
  • Sakit kepala parah 
  •  Munculnya bintik-bintik merah pada kulit 
  •   Sakit tenggorokan
  • Nafsu makan hilang
  • Perut terasa nyeri dan mual-mual
  • Wajah nampak kemerahan
  • Nyeri hebat pada otot-otot punggung bawah, lengan, hingga kaki
  •  Nyeri hebat pada tulang dan sendi
  • Bagian belakang mata terasa sakit
  • Perdarahan yang tidak wajar, seperti gusi berdarah, mimisan, serta darah pada air seni atau feses

Bagaimana sih cara mencegahnya? 

 

 

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah demam berdarah, yaitu:
  •  Anak usia 9-16 tahun seharusnya divaksinasi dengue, sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan
  • Memberantas sarang nyamuk yang dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging dengan jarak 1 minggu
  • Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, minimal setiap minggu
  • Menutup rapat tempat penampungan air;
  • Melakukan daur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti
  • Mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah
  • Memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah
  • Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air yang sulit dikuras
  • Menggunakan kelambu saat tidur
  • Menanam tumbuhan pengusir nyamuk
  • Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian
  • Menghindari wilayah daerah yang rentan terjadi infeksi
  • Mengenakan pakaian yang longgar dan Menggunakan krim anti-nyamuk



0 komentar: