This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 29 Maret 2020

Resume Accident Investigation

Nama : Widiya Mitalia
BP     : 1911213009
Kelas : A3




Rabu, 18 Maret 2020

Kenapa ya remaja putri rentan terkenan Anemia


Apa itu anemia?


Anemia atau lebih kita kenal dengan kurang darah adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, organ tubuh tidak mendapat cukup oksigen, sehingga membuat penderita anemia pucat dan mudah lelah.

Mengapa remaja perempuan berisiko menderita anemia?
Masa remaja merupakan masa di mana pertumbuhan terjadi dengan cepat, sehingga kebutuhan gizi pada masa ini pun ikut meningkat. Salah satu zat gizi yang kebutuhannya meningkat adalah zat besi. Zat besi dibutuhkan pada semua sel tubuh dan merupakan dasar dalam proses fisiologis, seperti pembentukan hemoglobin (sel darah merah) dan fungsi enzim.

Perempuan membutuhkan zat besi lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. 
Mengapa? Pada perempuan, asupan zat besi tidak hanya digunakan untuk mendukung pertumbuhan, tetapi juga digunakan untuk mengganti zat besinya yang hilang melalui darah yang keluar setiap dirinya mengalami menstruasi setiap bulan. Karena kebutuhan zat besi perempuan yang sangat tinggi inilah, perempuan berisiko mengalami kekurangan zat besi, yang nantinya dapat berkembang menjadi anemia.

Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan anemia pada remaja adalah:
  • Pertumbuhan yang cepat
  • Ketidakcukupan asupan makanan kaya zat besi atau makanan sumber vitamin C
  • Melakukan diet vegan
  • Melakukan diet yang membatasi asupan kalori
  • Sering melewatkan waktu makan
  • Suka melakukan olahraga yang berat
  • Kehilangan banyak darah saat menstruasi
Gejala Anemia

Gejala anemia sangat bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Penderita anemia bisa mengalami gejala berupa:
  • Lemas dan cepat lelah
  • Sakit kepala dan pusing
  • Kulit terlihat pucat atau kekuningan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Napas pendek
  • nyeri dada
  • Dingin di tangan dan kaki
Apa dampak anemia pada remaja perempuan?

Dampak dari anemia mungkin tidak dapat langsung terlihat, tetapi dapat berlangsung lama dan mempengaruhi kehidupan remaja selanjutnya.  Anemia pada remaja perempuan dapat berdampak panjang untuk dirinya dan juga untuk anak yang ia lahirkan kelak. Pastikan kebutuhan zat besi remaja terpenuhi pada saat ini untuk mencapai pertumbuhan yang optimal.
Dampak dari anemia adalah:
  • Terganggunya pertumbuhan dan perkembangan
  • Kelelahan
  • Meningkatkan kerentanan terhadap infeksi karena sistem kekebalan tubuh yang menurun
  • Menurunkan fungsi dan daya tahan tubuh
  • Lebih rentan terhadap keracunan
  • Terganggunya fungsi kognitif
Kekurangan zat besi atau anemia yang berlanjut sampai dewasa dan hingga perempuan tersebut hamil, dapat menimbulkan risiko terhadap bayinya. Remaja perempuan yang sudah hamil dan menderita anemia dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan melahirkan bayi dengan berat badan rendah.
Oleh karena itu, remaja perempuan disarankan untuk mengonsumsi suplemen zat besi sebelum hamil. Suplemen zat besi ini membantu memenuhi kebutuhan zat besi yang makin tinggi saat kehamilan.
Bagaimana cara mencegah anemia?
Anemia dapat disebabkan oleh kebutuhan zat besi yang tidak terpenuhi. Oleh karena itu, untuk mencegah anemia, Anda disarankan untuk memenuhi kebutuhan zat besi Anda dengan cara makan makanan dengan gizi seimbang setiap hari.
Anda bisa memulainya dari sarapan yang mengandung makanan sumber zat besi, seperti sereal yang difortifikasi besi, roti, atau sayuran berdaun hijau. Penting bagi Anda untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayuran sebanyak 5 porsi per hari untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral Anda. Lengkapi menu Anda dengan makanan sumber protein, seperti daging merah, telur, kacang, yang juga kaya akan zat besi.


Anda juga disarankan untuk memakan makanan kaya vitamin C bersamaan dengan makanan sumber zat besi agar tubuh dapat menyerap zat besi secara optimal.
Kalian juga bisa liat vidio aku di sini https://youtu.be/L4r-2imkICM
 


Kamis, 05 Maret 2020

Demam Berdarah 

Apa sih demam berdarah itu? 

Demam berdarah adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang 
ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis, dan 
menjangkit luas di banyak negara di Asia Tenggara. Terdapat empat jenis virus 
dengue, masing-masing dapat menyebabkan demam berdarah, baik ringan maupun 
fatal.

Penyebab Demam Berdarah 

Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua nyamuk dapat menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang. Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk tersebut mengigit orang lain, maka virus akan tersebar. Hal tersebut terjadi karena nyamuk berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut

Gejala Demam Berdarah

Gejala DBD biasanya mulai terlihat 7-21 hari setelah seseorang terinfeksi virus dengue. Pada awalnya, gejala yang umum terjadi adalah demam tinggi yang mampu menembus suhu 40 derajat Celsius. Beberapa gejala DBD lainnya, yaitu:
  •  Tubuh menggigil 
  • Sakit kepala parah 
  •  Munculnya bintik-bintik merah pada kulit 
  •   Sakit tenggorokan
  • Nafsu makan hilang
  • Perut terasa nyeri dan mual-mual
  • Wajah nampak kemerahan
  • Nyeri hebat pada otot-otot punggung bawah, lengan, hingga kaki
  •  Nyeri hebat pada tulang dan sendi
  • Bagian belakang mata terasa sakit
  • Perdarahan yang tidak wajar, seperti gusi berdarah, mimisan, serta darah pada air seni atau feses

Bagaimana sih cara mencegahnya? 

 

 

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah demam berdarah, yaitu:
  •  Anak usia 9-16 tahun seharusnya divaksinasi dengue, sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan
  • Memberantas sarang nyamuk yang dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging dengan jarak 1 minggu
  • Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, minimal setiap minggu
  • Menutup rapat tempat penampungan air;
  • Melakukan daur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti
  • Mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah
  • Memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah
  • Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air yang sulit dikuras
  • Menggunakan kelambu saat tidur
  • Menanam tumbuhan pengusir nyamuk
  • Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian
  • Menghindari wilayah daerah yang rentan terjadi infeksi
  • Mengenakan pakaian yang longgar dan Menggunakan krim anti-nyamuk