Minggu, 12 April 2020
Minggu, 05 April 2020
Minggu, 29 Maret 2020
Rabu, 18 Maret 2020
Kenapa ya remaja putri rentan terkenan Anemia
Maret 18, 2020
No comments
Apa itu anemia?
Anemia atau
lebih kita kenal dengan kurang darah adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel
darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik.
Akibatnya, organ tubuh tidak mendapat cukup oksigen, sehingga membuat penderita
anemia pucat dan mudah lelah.
Mengapa
remaja perempuan berisiko menderita anemia?
Masa remaja
merupakan masa di mana pertumbuhan terjadi dengan cepat, sehingga kebutuhan
gizi pada masa ini pun ikut meningkat. Salah satu zat gizi yang kebutuhannya
meningkat adalah zat besi. Zat besi dibutuhkan pada semua sel tubuh dan
merupakan dasar dalam proses fisiologis, seperti pembentukan hemoglobin (sel
darah merah) dan fungsi enzim.
Perempuan
membutuhkan zat besi lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.
Mengapa?
Pada perempuan, asupan zat besi tidak hanya digunakan untuk mendukung
pertumbuhan, tetapi juga digunakan untuk mengganti zat besinya yang hilang
melalui darah yang keluar setiap dirinya mengalami menstruasi setiap bulan.
Karena kebutuhan zat besi perempuan yang sangat tinggi inilah, perempuan
berisiko mengalami kekurangan zat besi, yang nantinya dapat berkembang menjadi
anemia.
Beberapa
faktor risiko yang dapat menyebabkan anemia pada remaja adalah:
- Pertumbuhan yang cepat
- Ketidakcukupan asupan makanan kaya zat besi atau makanan sumber vitamin C
- Melakukan diet vegan
- Melakukan diet yang membatasi asupan kalori
- Sering melewatkan waktu makan
- Suka melakukan olahraga yang berat
- Kehilangan banyak darah saat menstruasi
Gejala Anemia
Gejala
anemia sangat bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Penderita anemia bisa
mengalami gejala berupa:
- Lemas dan cepat lelah
- Sakit kepala dan pusing
- Kulit terlihat pucat atau kekuningan
- Detak jantung tidak teratur
- Napas pendek
- nyeri dada
- Dingin di tangan dan kaki
Apa dampak anemia pada remaja
perempuan?
Dampak dari
anemia mungkin tidak dapat langsung terlihat, tetapi dapat berlangsung lama dan
mempengaruhi kehidupan remaja selanjutnya. Anemia pada remaja perempuan
dapat berdampak panjang untuk dirinya dan juga untuk anak yang ia lahirkan
kelak. Pastikan kebutuhan zat besi remaja terpenuhi pada saat ini untuk
mencapai pertumbuhan yang optimal.
Dampak dari
anemia adalah:
- Terganggunya pertumbuhan dan perkembangan
- Kelelahan
- Meningkatkan kerentanan terhadap infeksi karena sistem kekebalan tubuh yang menurun
- Menurunkan fungsi dan daya tahan tubuh
- Lebih rentan terhadap keracunan
- Terganggunya fungsi kognitif
Kekurangan
zat besi atau anemia yang berlanjut sampai dewasa dan hingga perempuan tersebut
hamil, dapat menimbulkan risiko terhadap bayinya. Remaja perempuan yang sudah
hamil dan menderita anemia dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan melahirkan bayi dengan berat
badan rendah.
Oleh karena
itu, remaja perempuan disarankan untuk mengonsumsi suplemen zat besi sebelum
hamil. Suplemen zat besi ini membantu memenuhi kebutuhan zat besi yang makin
tinggi saat kehamilan.
Bagaimana cara mencegah anemia?
Anemia dapat
disebabkan oleh kebutuhan zat besi yang tidak terpenuhi. Oleh karena itu, untuk
mencegah anemia, Anda disarankan untuk memenuhi kebutuhan zat besi Anda dengan
cara makan makanan dengan gizi seimbang setiap hari.
Anda bisa
memulainya dari sarapan yang mengandung makanan sumber zat besi, seperti sereal
yang difortifikasi besi, roti, atau sayuran berdaun hijau. Penting bagi Anda
untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayuran sebanyak 5 porsi per hari untuk
memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral Anda. Lengkapi menu Anda dengan makanan
sumber protein, seperti daging merah, telur, kacang, yang juga kaya akan zat
besi.
Anda juga
disarankan untuk memakan makanan kaya vitamin C bersamaan dengan makanan sumber
zat besi agar tubuh dapat menyerap zat besi secara optimal.
Kalian juga bisa liat vidio aku di sini https://youtu.be/L4r-2imkICM
Kamis, 05 Maret 2020
Maret 05, 2020
No comments
Demam Berdarah
Apa sih demam berdarah itu?
Demam berdarah adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang
ditularkan oleh
nyamuk. Penyakit ini ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis, dan
menjangkit luas
di banyak negara di Asia Tenggara. Terdapat empat jenis virus
dengue,
masing-masing dapat menyebabkan demam berdarah, baik ringan maupun
fatal.
Penyebab Demam Berdarah
Penyakit demam
berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes
aegypti dan Aedes albopictus. Kedua nyamuk dapat menggigit di pagi
hari sampai sore menjelang petang. Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan
menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk
tersebut mengigit orang lain, maka virus akan tersebar. Hal tersebut terjadi
karena nyamuk berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut
Gejala Demam Berdarah
Gejala DBD
biasanya mulai terlihat 7-21 hari setelah seseorang terinfeksi virus dengue.
Pada awalnya, gejala yang umum terjadi adalah demam tinggi yang mampu menembus
suhu 40 derajat Celsius. Beberapa gejala DBD lainnya, yaitu:
- Tubuh menggigil
- Sakit kepala parah
- Munculnya bintik-bintik merah pada kulit
- Sakit tenggorokan
- Nafsu makan hilang
- Perut terasa nyeri dan mual-mual
- Wajah nampak kemerahan
- Nyeri hebat pada otot-otot punggung bawah, lengan, hingga kaki
- Nyeri hebat pada tulang dan sendi
- Bagian belakang mata terasa sakit
- Perdarahan yang tidak wajar, seperti gusi berdarah, mimisan, serta darah pada air seni atau feses
Bagaimana sih cara mencegahnya?
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah demam berdarah, yaitu:
- Anak usia 9-16 tahun seharusnya divaksinasi dengue, sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan
- Memberantas sarang nyamuk yang dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging dengan jarak 1 minggu
- Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, minimal setiap minggu
- Menutup rapat tempat penampungan air;
- Melakukan daur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti
- Mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah
- Memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah
- Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air yang sulit dikuras
- Menggunakan kelambu saat tidur
- Menanam tumbuhan pengusir nyamuk
- Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian
- Menghindari wilayah daerah yang rentan terjadi infeksi
- Mengenakan pakaian yang longgar dan Menggunakan krim anti-nyamuk





























